Tahun Perubahan Keuangan Syariah

Jan Fagerberg, peneliti Universitas Oslo, menemukan kesimpulan menarik dalam “Technological progress, structural change and productivity growth” yang membandingkan 24 industri di 39 negara.  Negara-negara yang dapat menempatkan dirinya pada arus perubahan teknologi yang merubah gaya hidup orang, memiliki pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

Luigi Pasinetti dalam bukunya  Structural Economic Dynamics membalik paradigma yang selama puluhan tahun diyakini para ekonom bahwa adanya tambahan modal akan mendorong perubahan teknologi.  Pasinetti menjelaskan sebaliknya, perubahan teknologi akan menciptakan gaya hidup baru yang menimbulkan permintaan baru, dan hal ini akan menarik para investor memasukkan modal baru.

Dua tantangan besar industri keuangan syariah adalah menempatkan dirinya pada arus perubahan yang merubah gaya hidup orang banyak, dan melepaskan dirinya dari keterbatasan modal yang selama ini dirasakan membatasi gerak keuangan syariah.

Dari berbagai Rencana Bisnis bank syariah dan beberapa Rencana Bisnis instutusi keuangan non bank syariah tahun 2017, memberikan indikasi optimistik industri keuangan syariah Indonesia.  Antusiasme industri keuangan syariah melakukan berbagai inisiatif perubahan di tahun 2017 diyakini dapat merubah wajah keuangan syariah.

Untuk menjawab tantangan pertama, hampir semua bank dan IKNB syariah mencantumkan inisiatif baru mengembangkan sistem, proses, produk baru, sekaligus menyasar segmen pasar baru.  Berbagai perubahan ini yang mendorong industri keuangan syariah berani menargetkan pertumbuhan yang secara signifikan lebih besar daripada tahun 2016.

Keadaan ekonomi dunia dan domestik tahun ini diperkirakan belum mengalami perbaikan yang signifikan.  Oleh karena itu keberhasilan berbagai inisiatif tersebut akan sangat ditentukan oleh kejelian membaca arus perubahan gaya hidup masyarakat bahkan ikut membentuk arus perubahan tersebut.

Program pemerintah KUR mikro yang menyasar segmen pasar kredit 25 juta rupiah kebawah, misalnya, telah merubah gaya hidup dan peta persaingan di segmen tersebut.  Tingkat bunga KUR yang jauh lebih murah dapat menjadi ancaman serius bagi lembaga keuangan syariah di segmen itu.  Namun kewajiban membayar cicilan KUR tepat waktu secara jeli dijadikan peluang bisnis bagi lembaga keuangan mikro syariah.

Nasabah penerima KUR akan memilih membayar lebih mahal ke lembaga keuangan syariah agar dapat membayar cicilan KUR tepat waktu, daripada lalai membayar cicilan KUR yang akibatnya di kemudian hari tidak lagi memperoleh fasilitas KUR yang murah.  Pembiayaan syariah malah menjadi tiket untuk terus mendapatkan KUR yang murah.

Contoh berikutnya adalah makin besarnya transaksi pasar online yang sedemikian rupa telah merubah gaya hidup.  SIstem pembayaran digital telah dapat dilakukan tanpa melalui perbankan, misalnya melalui operator telekomunikasi, bahkan operator pasar online sendiri.  Kemudahan pembayaran melalui operator ini dapat menjadi ancaman bagi perbankan syariah.  Namun semua operator tersebut tetap memerlukan perbankan untuk dirinya sendiri, dan untuk proses mentransformasikan transaksi uang digital menjadi uang tunai.  Bank syariah dapat menjadi bank nya para operator dan sekaligus menjadi kasirnya para operator.

Untuk tantangan kedua yaitu penambahan modal akan jauh lebih mudah bila lembaga keuangan syariah telah memiliki scenario yang jelas dalam menjawab tantangan pertama.  Ada gula ada semut.  Dengan skenario yang jelas menunjukkan potensi bisnis dan strategi mencapainya, maka investor pun antusias menambah modalnya.

Proses konversi beberapa lembaga keuangan konvensional menjadi syariah, spin off beberapa unit syariah menjadi barometer para investor.  Keberhasilan konversi dan spin off akan meyakinkan investor menambah modal dan sebaliknya.  Keberhasilan sebagian besar lembaga keuangan syariah dalam menutup buku tahun 2016 dengan kinerja yang lebih baik daripada rencana, juga menambah keyakinan investor menambah modal.

Ini menjadi pesan yang sangat jelas bagi beberapa lembaga keuangan syariah yang masih berkutat dengan perbaikan kinerjanya.  Kepercayaan investor untuk menambah modal harus diraih dengan kinerja yang baik.

Di sisi lain, kinerja yang belum membaik di beberapa lembaga keuangan syariah memberikan sinyal yang kuat bagi calon investor baru untuk membeli saham dengan harga yang relatif sangat murah.  Price to book value yang rendah, kejelian membaca akar masalah dan strategi yang tepat,  merupakan kunci keberhasilan investor baru menyehatkan kembali lembaga yang belum berkinerja baik.

Memahami kinerja industri keuangan syariah di Timur Tengah dan Malaysia di tahun 2016 yang belum sepenuhnya pulih, maka kesempatan bagi investor lokal lebih terbuka lebar untuk menambah modal dan menjadi investor baru di industri keuangan syariah Indonesia.  Ini saat yang tepat bagi investor lokal untuk menggantikan beberapa investor Malaysia dan Timur Tengah tertentu yang pada saat ini kemungkinan besar tidak dapat menambahkan modalnya.

George Saliba, professor Universitas Columbia AS, dalam bukunya Islamic Science and the Making of the European Renaissance, dengan jelas menunjukkan kepemimpinan Islam dalam kemajuan teknologi yang diadopsi Eropa dalam bentuk gerakan renaissance.  Institut du Monde Arabe (Paris) bersama Metropolitan Museum of Art (New York) menerbitkan buku Venice and the Islamic World, 828-1797, menunjukkan kepemimpinan Islam dalam perdagangan internasional yang merubah wajah Eropa.

Kedua buku ini senada dengan Fagerberg dan Pasninetti, perubahan teknologi yang menciptakan gaya hidup baru akan menimbulkan permintaan baru, dan hal ini akan menarik para investor memasukkan modal baru.  Dari berbagai Rencana Bisnis lembaga keuangan syariah, tampaknya hal ini akan terjadi di tahun 2017.

Untuk pertama kalinya pangsa pasar perbankan syariah melampaui 5 persen, untuk pertama kalinya pula ada bank umum syariah masuk 20 besar perbankan umum Indonesia.  Kejelian membaca perubahan zaman, ikut arus perubahan bahkan ikut andil dalam merubah gaya hidup menjadi kunci keberhasilan.

Ketika Imam Gazali menyadari keadaan masyarakat yang telah begitu jauh dari Islam, beliau menulis buku Ihya Ulumuddin yang kemudian menjadi inspirasi Salahuddin al Ayyubi menegakkan kembali kejayaan Islam dengan memulai perubahan dalam diri masing-masing.  “Everyone thinks of changing the world, but no one thinks of changing himself.”  Bukankah Allah telah mengingatkan kita, “Tidaklah Allah akan merubah nasib suatu kaum, sebelum kaum itu mau merubah dirinya”.

 

Adiwarman A. Karim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *