Kenaikan FTV Dorong Industri Keuangan Syariah

Industri perusahaan pembiayaan syariah perlu mendapat dorongan otoritas, kata Adiwarman Karim, mengingat industri tersebut dapat menjadi lokomotif pertumbuhan keuangan syariah secara keseluruhan pada tahun 2015. Salah satu dorongan yang dapat dilakukan adalah dengan menaikkan angka finance to value (FTV). Kenaikan rasio tersebut, menurutnya, mampu menaikkan pertumbuhan perusahaan pembiayaan syariah secara simultan dan mempengaruhi industri yang lain.

Hal itu diungkapkan Adiwarman A. Karim dalam acara CEO Gathering “Penetapan Uang Muka bagi Perusahaan Pembiayaan Syariah” yang diadakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Hotel Sari Pan Pacific, kemarin (24/2). Menurutnya, pertumbuhan pembiayaan syariah ke depan akan memerlukan jaminan sehingga dapat menjadi peluang dalam menggerakkan industri penjaminan syariah dan asuransi syariah. Sektor perbankan syariah dan pasar modal syariah juga terkena dampak positif seiring meningkatnya kebutuhan pendanaan perusahaan pembiayaan syariah dari kedua sektor.

CEO Gathering Perusahaan Pembiayaan Syariah

Acara yang dihadiri oleh pelaku industri pembiayaan syariah ini bertujuan untuk mengakomodasi kepentingan industri perusahaan pembiayaan syariah yang pertumbuhannya cenderung melambat pada tahun 2013-2014 setelah diberlakukannya peraturan menteri Keuangan (PMK) No. 220/PMK.010/2012 dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 29/POJK.05/2014 yang mengatur kesetaraan uang muka (down payment) kendaraan bermotor bagi perusahaan pembiayaan syariah dan konvensional.

Penurunan uang muka industri pembiayaan syariah diharapkan berdampak positif bagi pertumbuhan industri keuangan syariah baik dari sisi pertumbuhan pembiayaan maupun dari sisi pangsa pasar. Revisi besaran uang muka ini rencananya akan dituangkan dalam Surat Edaran (SE) yang akan dirilis oleh otoritas dalam waktu dekat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *