Ekonomi Syariah Menghadapi MEA 2015

Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) tahun 2015, stakeholder ekonomi syariah Indonesia mesti mempersiapkan diri untuk menjadi kiblat ekonomi syariah setidaknya di kawasan. Hal itu diungkapkan Adiwarman Karim dalam seminar Kebutuhan SDM Perbankan Syariah di STIE Indonesia Banking School awal Februari 2015. Setidaknya terdapat tiga pendekatan yang bisa dilakukan untuk melakukan islamisasi ekonomi secara menyeluruh di negara ini.

Adiwarman Karim

Pertama, islamisasi bidang ilmu dan sains ekonomi. Tujuannya adalah mempersiapkan kebutuhan akademisi yang dimulai dari SMA/SMK/MAN sampai pada jenjang perguruan tinggi. Kebutuhan buku, modul dan bahan ajar dalam bidang pendidikan ekonomi syariah harus dipisah dengan ekonomi yang selama ini diajarkan. Setelah keilmuan, selanjutnya adalah mempersiapkan para tenaga profesional ekonomi syariah.

Kedua, proses islamisasi sistem keuangan, perbankan, asuransi, pembiyaan, pasar modal, sektor riil dan lainnya. Tentu saja proses ini membutuhkan waktu yang tidak singkat. Satu dekade keuangan syariah di Indonesia ditandai dari pergeseran gerakan dari perbankan menuju perekonomian.

Ketiga, islamisasi perekonomian yang meliputi keuangan, pelaku bisnis, usaha dan semua kegiatan ekonomi umat. Hal ini perlu didukung dengan diaturnya sistem fiskal dan moneter yang membawa nilai-nilai keislaman yang universal. Misalkan, pengelolaan keuangan yang seimbang antara sektor moneter dengan sektor rill. Tujuan akhirnya adalah sistem keuangan negara telah menjadi sistem keuangan yang tidak mengakomodir riba dan derivatif pada pasar modal keuangan sekarang ini.

Tiga pendekatan yang dilakukan secara simultan tersebut dapat mempercepat Indonesia menjadi pusat ekonomi syariah kawasan. Tentunya semua itu menjadi tantangan tidak hanya bagi para akademisi juga semua elemen seperti praktisi dan regulator.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *