Ekonomi Bambu

Aurbertin Walter Sothern Mallaby yang lebih dikenal sebagai Brigadir Jenderal Mallaby adalah komandan Britania Brigade 49 Divisi India dengan kekuatan 6000 orang pasukan yang merupakan bagian dari Allied Forces Netherlands East Indies.  Pasukan ini adalah pasukan sekutu yang dikirim ke Indonesia untuku melucuti persenjataan Jepang dan mengembalikan Indonesia menjadi kolonial Belanda.

Pasukan bersenjata lengkap dipimpin seorang jenderal kawakan ini dikejutkan dengan perlawanan bangsa Indonesia.  Mobil Buick yang ditumpangi Mallaby dicegat, dilempari granat, sedangkan Jenderal Mallaby ditembak mati dengan pistol oleh seorang pemuda yang sampai saat ini tidak diketahui identitasnya.

Semangat, keberanian, dan pengorbanan merupakan DNA bangsa Indonesia yang dilambangkan dengan bambu runcing.  Salah seorang pencetus gerakan perlawanan dengan bambu runcing adalah Kiai Subki Parakan Temanggung yang diberi gelar Jenderal Bambu Runcing.  Beliau adalah penasehat BMT (Barisan Muslimin Temanggung) yang kemudian dikenal sebagai Barisan Bambu Runcing.

Semangat, keberanian dan pengorbanan ini pula yang menjadi modal dasar pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.  Kita mencatat bank syariah pertama berdiri pada tahum 1992 padahal UU Perbankan Syariah baru ada pada tahun 2008.  Perusahaan asuransi syariah telah berdiri sejak tahun 1993 dan sampai sekarang belum ada UU Asuransi Syariah.  BMT telah berdiri sejak tahun 1995 padahal UU Lembaga Keuangan Mikro baru saja diundangkan tahun ini.

Bangsa ini sangat menghayati hadist qudsi “Amalkan yang kalian ketahui, niscaya Allah akan memberitahu apa yang tidak kalian ketahui”.  Dengan pengetahuan seadanya, regulasi seadanya, dukungan modal seadanya, industri keuangan syariah bergerak maju tanpa dapat dihentikan.  Tanpa ada koordinasi apalagi harmonisasi, setiap elemen memainkan perannya seakan bermain musik bersama tanpa partitur tanpa konduktor.  Hasilnya sungguh mencengangkan dunia, sebuah orchestra indah yang diarahkan oleh tangan-tangan yang tidak terlihat.

Ekonomi syariah di Indonesia secara mencengangkan telah menjadi kekuatan utama di dunia.  Pertama, kita memiliki jumlah nasabah bank syariah, asuransi syariah, BMT terbesar di dunia.  Kedua, kita memiliki jumlah lembaga keuangan syariah terbanyak di dunia.  Ketiga, kita memiliki jumlah bankir dan professional lembaga keuangan syariah yang tersertifikasi terbanyak di dunia.  Keempat, kita memiliki jumlah dewan pengawas syariah yang tersertifikasi terbanyak di dunia.  Kelima, kita memiliki hakim peradilan agama yang tersertifkasi keuangan syariah terbanyak di dunia.  Keenam, kita memliki universitas yang menawarkan kuliah ekonomi syariah terbanyak di dunia.

Namun kita tidak pernah puas dengan semua pencapaian itu.  Kita ingin segera menambah yang ketujuh, delapan, dan seterusnya.  Kita ingin segera menjadi yang terbesar aset keuangan syariah di dunia.  Dengan skala ekonomi Indonesia yang sepuluh kali lipat Malaysia, sebagai Negara dengan ekonomi terbesar ke 16 di dunia, dengan proyeksi menjadi Negara dengan ekonomi terbesar ke 5 di dunia pada 25 tahun mendatang, kita tidak melihat hambatan berarti untuk menjadi Negara terbesar aset keuangan syariah di dunia.

Kita juga tidak pernah puas sebelum ekonomi syariah benar-benar dapat dirasakan manfaatnya secara nyata oleh masyarakat luas, tanpa pandang suku, agama, ras.  Ekonomi yang menerbar rahmat di muka bumi ini.  Dengan semangat, keberanian dan pengorbanan dalam DNA bangsa ini, kita tidak melihat kemustahilan yang berarti untuk mewujudkannya.

Pertumbuhan industri keuangan di Indonesia seperti pertumbuhan bambu.  Tanaman dengan nama ilmiah bambusicola thoracicus mempunyai periode pertumbuhan yang unik.  Selama empat tahun pertama sejak bibit bambu ditanam tidak terlihat adanya tanda-tanda pertumbuhan.  Baru pada tahun kelima kita dikejutkan dengan pertumbuhan yang spektakuler.  Jenis bambu tertentu bahkan dapat tumbuh 2,5 meter hanya dalam waktu 24 jam.

Begitu pula dengan pertumbuhan asset keuangan syariah di Indonesia terasa sangat lamban bahkan setalah 21 tahun.  Kekeliruan terbesar para analis asing atau analis lokal yang menggunakan kaca mata yang sama adalah mereka hanya mengukur pertumbuhan vertikal pohon-pohon bambu dalam bentuk volume asset.  Mereka luput mendeteksi pertumbuhan horizontal rumpun-rumpun bambu muda yang saat ini masih didalam tanah dan siap mengejutkan dunia dengan hutan bambu yang rimbun.  Enam hal yang disebutkan tadi merupakan indikator keberhasilan pertumbuhan horizontal yang akan membuat perubahan besar dalam perekonomian dunia.

Tanpa koordinasi apalagi harmonisasi, semua elemen digerakkan oleh tangan-tangan yang tidak terlihat menuju arah yang sama.  Putusan Mahkamah Konstitusi memperteguh kompetensi peradilan agama dalam ekonomi syariah.  Bank Indonesia mengajukan eksepsi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan majelis hakim menerimanya bahwa yang berwenang menangani sengketa gadai syariah adalah pengadilan agama.  Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menginisiasi industri wisata syariah.  Universitas-universitas besar membuka program studi ekonomi syariah.

Rumpun-rumpun bambu muda telah merambah keseluruh elemen bangsa.  Bahkan pertumbuhan ini lebih mencengangkan dibandingkan dengan prestasi Cina di Olimpiade, karena gerakan ekonomi syariah digerakkan oleh tangan-tangan yang tidak terlihat sedangkan prestasi atilit Cina direncanakan sistematis.

Sejak tahun 1956-80 Cina tidak pernah berpartisipasi dalam pesta olahraga dunia itu.  Tidak banyak orang yang tahu prestasi atlit-atlit Cina.  Para analis asing luput mendeteksi perkembangan prestasi atlit Cina.  Kemudian dunia dikejutkan ketika Cina ikut Olimpiade di Los Angeles tahun 2004 yag langsung meraih peringkat 4.

Dunia terkejut dan mewaspadai Cina.  Olimpiade Seoul tahun 1988 Cina merosot pada peringkat 11, namun kembali merajai arena pada Olimpiade-olimpiade berikutnya pada peringkat 4, 3, bahkan peringkat 1.

Ketika Rasulullah saw menyampaikan dakwahnya dalam tiga tahun pertama hanya ada seratus orang ummat Islam.  Bahkan dalam sepuluh tahun pertama di Mekah pertumbuhan ummat Islam sangat lambat.  Para analis Quraisy, Roma, Persia ketika itu luput mendeteksi semangat, keberanian dan pengorbanan kaum muslimin dan kemudian dunia dikejutkan oleh perkembangan Islam ke seluruh pelosok dunia, ibaratkan pertumbuhan bambu.

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang terpilih untuk merubah dunia.  Tahun 1945 kita menginspirasi dunia menghapuskan penjajahan dengan bambu runcing.  Insya Allah kita akan menginspirasi dunia dengan ”hutan bambu” ekonomi syariah.

by Adiwarman A. Karim | Republika, 16 Desember 2013

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *