Bangsa Pilihan

Bangsa Indonesia telah beberapa kali dipilih oleh Tuhan untuk mengubah dunia ini secara mendasar. Namun, bangsa besar ini tetap rendah hati, menjalani takdirnya dengan penuh kesyukuran.

Pertama, bangsa Indonesia telah dipilih oleh Tuhan untuk menjadi model paling sukses masuknya Islam ke suatu negeri. Dibawa oleh tiga kelompok pedagang melalui pendekatan sosial budaya, Islam merasuk jauh ke dalam sanubari bangsa Indonesia.

Pedagang Yaman, pedagang Gujarat, dan pedagang Cina memperkenalkan Islam yang lentur, Islam yang teguh pendirian, Islam yang dinamis. Tiga ciri khas Islam Indonesia itu merupakan cerminan jiwa para pedagang. Perjalanan jauh dari negeri asal, juga mendekatkan para pedagang pembawa Islam ke Indonesia itu dengan sikap berpasrah diri kepada Tuhan Yang Mahakuasa, sikap khas para peng amal tasawuf. Di sinilah terjadi revolusi keimanan paling masif dan paling langgeng di dunia.

Ratusan tahun kemudian, bangsa Indonesia kembali dipilih oleh Tuhan untuk melakukan revolusi kemerdekaan bangsa-bangsa tertindas. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang pertama kali merdeka setelah Perang Dunia II. Keberanian Indonesia untuk merdeka memberikan inspirasi bangsa-bangsa lain untuk merdeka. Konferensi Asia Afrika tahun 1955 merupakan wujud pengakuan dunia untuk kepemimpinan Indonesia dalam gerakan kebangkitan melawan penjajahan. Keberanian para pedagang mengarungi lautan menjelma menjadi keberanian menantang kezaliman.

Tidak satu pun jenderal Amerika Serikat atau sekutunya yang tewas dalam perang Irak atau Afghanistan, tapi ada dua jenderal Inggris yang tewas dalam pertempuran di Surabaya, yaitu Brigjen Mallaby dan Brigjen Robert Guy Loder Symonds. Kejadian itu sudah cukup menggambarkan betapa hebatnya keberanian yang ditanamkan Tuhan ke dalam jiwa para pejuang bangsa ini. Di sinilah terjadi revolusi kemerdekaan paling heroik di dunia.

Saat ini, bangsa Indonesia dipilih oleh Tuhan untuk melakukan perubahan mendasar sistem perekonomian dunia dengan tiga pendekatan pa ralel sekaligus. Pertama takhalli, yaitu meninggalkan semua praktik ekonomi yang buruk. Besarnya gerakan antikorupsi merupakan salah satu wujudnya.

Kedua tahalli, yaitu mengisi dengan berbagai kegiatan ekonomi yang baik. Tidak ada gerakan ekonomi syariah di dunia ini yang semasif di Indonesia. Dua puluh juta lebih nasabah-nasabah kecil memilih lembaga keuangan syariah.

Ketiga tajalli, yaitu menghiasi perekonomian dengan akhlak tolong-menolong. Tidak ada gerakan zakat infak se dekah yang notabene dari mereka yang hanya sedikit ber kelapangan kepada mereka yang lebih memerlukan yang semasif di Indonesia.

Kini, hasilnya sudah mulai terlihat. Ekonomi Indonesia telah menjadi ekonomi sepuluh besar dunia menurut laporan Bank Dunia. Beberapa tahun kemudian ekonomi Indonesia akan menjadi lima besar dunia dan merupakan satu-satunya negara di antara lima besar itu yang mengembangkan nilai-nilai ekonomi syariah.

Masyarakat Ekonomi ASEAN seyogianya disikapi dengan tegas. Sebagai pasar terbesar di ASEAN, sudah sepatutnya bahasa Indonesia men jadi bahasa resmi ASEAN. Bukan bahasa Inggris karena penggunanya sangat sedikit di ASEAN. Bukan pula bahasa Melayu karena penggunanya jauh lebih sedikit daripada bahasa Indonesia. Dengan 240 juta penutur asli bahasa Indonesia, penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi ASEAN merupakan suatu keniscayaan.

Kesadaran akan pendidikan juga sangat tinggi di Indonesia. Jumlah mahasiswa di Indonesia yang mencapai dua juta orang merupakan peringkat kesembilan terbanyak mahasiswanya di dunia. Sejumlah 2.700 perguruan tinggi, yang lebih dari seratus di antaranya menawarkan kuliah ekonomi syariah.

Laporan dari Airport Worldmenunjukkan tingkat kesibukan yang sangat tinggi airport-airportdi Indonesia.
Bandara Soekarno-Hatta merupakan airporttersibuk kedelapan di dunia dengan 62,1 juta penumpang dalam setahunnya. Bandingkan dengan AirportChangi Singapura yang hanya 46,5 juta penumpang atau AirportParis de Gaulle dengan 62 juta penumpang. Indonesia saat ini memiliki 237 bandara, beberapa di antaranya bandara besar modern dan membanggakan.

Laporan Global Fire Power menunjukkan kekuatan militer Indonesia menduduki peringkat 15 besar dunia.
Pasukan elite Indonesia menduduki peringkat ketiga terbaik di dunia. Indonesia telah menjelma menjadi kekuatan baru dunia.

Skenario kebangkitan Indonesia mirip dengan skenario kebangkitan Islam di zaman Rasulullah SAW. Pertama, gerakan kebangkitan ini dimulai dari orang-orang kecil yang awalnya tidak diperhitungkan kemudian menjadi suatu gerakan yang masif. Jum lah nasabah keuangan syariah Indonesia di akhir tahun ini diperkirakan telah melampaui total penduduk Malaysia. Suatu angka yang sangat fantastis. Seba gi an besar nasabah itu hanyalah nasabah kecil yang dalam keterbatasan kekuatan ekonominya, mereka memilih sistem keuangan syariah.

Kedua, pendekatan ekonomi ter nyata jauh lebih efektif daripada pendekatan politik. Rasulullah SAW adalah seorang pedagang sukses, begitu pula dengan para sahabat beliau. Islam masuk ke Indonesia dibawa oleh para pedagang dan ketika sekarang ekonomi syariah diperkenalkan, hampir tidak ada resistensi apa pun di masyarakat. Tanpa dukungan orang-orang kaya seperti di Timur Tengah, tanpa dukung an penuh pemerintah seperti di Malay sia, gerakan ekonomi syariah di Indo nesia telah menjadi bola salju yang tak tertahankan.

Ketiga, ketidakberdayaan menghadapi berbagai bencana alam mende katkan bangsa ini pada Tuhan yang Mahakuasa.
Kepasrahan khas kaum tasawuf sangat kental dalam budaya bangsa Indonesia, bahkan banyak amal an para penganut tasawuf yang dilakukan oleh orang awam di Indo nesia.
Sikap berserah diri kepada Tuhan ini pula yang membawa para sahabat Rasulullah SAW berhasil menaklukkan dunia.

Kekawatiran berbagai pihak akan kebangkitan Indonesia, secara halus dapat dirasa kan melalui pembentukan perilaku tidak percaya akan kekuatan diri sendiri, selalu merasa tidak ber daya. Jerzy Konorski dan Skinner menyim pulkan dalam eksperimen mereka, bila seekor belalang yang sebenarnya mampu melompat tiga meter dapat dikondisikan sehingga tidak mampu sekadar keluar dari sebuah gelas kecil. Belalang dimasukkan ke dalam gelas yang diberi tutup plastik atasnya. Setiap kali belalang itu berusaha keluar, kepalanya dipukul sehingga terjatuh ke dasar gelas. Sampai akhirnya ketika plastik itu sudah tidak ada lagi, belalang tetap tidak berani untuk mencoba keluar gelas.

Cara ini pula yang digunakan untuk menindas para budak di zaman Rasulullah SAW sehingga mereka tidak berani melawan kezaliman majikannya, sampai tiba saat yang dijanjikan Tuhan. Bangsa Indonesia adalah bangsa pilihan Tuhan yang telah dua kali mengubah sejarah dunia. Kali ini Tuhan kembali memilih bangsa Indonesia untuk meng ubah tatanan ekonomi dunia dengan nilai-nilai ekonomi syariah.

by Adiwarman A. Karim | Republika, 19 Mei 2014

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *